Paroki Roh Kudus

Paroki Roh Kudus

Renungan

Home / Renungan
Paroki Roh Kudus

Catur Budi Pranoto

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam / C

2Sam 5:1-3 ; Kol 1:12-20 ; Luk 23:35-43

 

Dalam satu kesempatan LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar) yang diadakan untuk anak-anak Misdinar Roh Kudus, Romo Catur Budi Pranoto, sebagai pemberi materi mengajukan pertanyaan kepada anak-anak peserta, demikian, “Apakah yang menjadi ukuran “kebesaran seorang pemimpin?” Maka si Ananda yang duduk paling depan, sambil mengangkat tangannya menjawab: “kalau ia berkuasa di suatu negara yang besar wilayahnya”. Si Adinda, misdinar yang paling imut, tak mau kalah ia pun mengangkat tangannya: “pemimpin yang besar adalah pemimpin yang bijaksana”, si Umekwati, yang selalu bergerak juga menimpali : “pemimpin yang besar ialah pemimpin yang bisa memberi kemakmuran kepada rakyat yang dipimpinnya”; si Jarno, yang tak bisa duduk manis, menambahi: “pemimpin yang besar ialah pemimpin yang dekat kepada rakyatnya dan kerapkali ‘blusukan’”.

Dari jawaban-jawaban itu jelaslah bahwa ukuran kebesaran seorang pemimpin terletak pada kualitas(mutu) si pemimpin, dan pada hasil yang telah dibuat. Pemimpin yang demikian pasti akan mendapat simpati dari rakyat dan akan dipercaya untuk terus memimpin. Karena itu tugas menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Sulitnya mengemban tugas sebagai pemimpin itu sama sulitnya dengan mencari orang-orang yang tepat untuk tugas itu.

Hari ini kita merayakan hari raya Kristus Raja Semesta Alam. Dalam kalender Liturgi Gereja, hari ini adalah minggu terakhir tahun liturgi. Minggu depan, kita akan memasuki tahun baru liturgi yang akan dibuka dengan Minggu Adven I. Gereja pasti punya maksud tertentu merayakan hari raya ini. Gereja hendak menunjukkan keyakinannya bahwa Yesus Sang Allah Putera adalah Raja atas semesta alam. Dialah penguasa jagad raya ini. Karenanya, patutlah umat Kristiani berbangga hati; karena Tuhan yang kita sembah adalah Penguasa segalanya. Dialah yang mengatur segala sesuatu.

Keyakinan kita bahwa Yesus adalah Raja lewat Injil hari ini semakin diteguhkan. Kita diajak untuk melihat Yesus sebagai Raja dari sudut yang berbeda. Injil hari ini menampakkan gambaran Yesus yang tersalib sebagai seorang Raja. Gambaran ini tentu sangat berbeda dengan gambaran pemimpin atau raja pada jaman sekarang ini. Pemimpin atau raja pada jaman kita tidak tergantung di salib. Mereka tidak menderita seperti Kristus, tidak tersentuh bahkan tidak terkotori oleh hujat dan caci maki dari rakyatnya. Raja Kristus adalah Raja yang menderita. Raja yang mau mengorbankan darah-Nya demi menebus rakyat-Nya yang penuh dengan dosa.

Inilah kebesaran Raja Kristus. Ia adalah Raja, Penguasa segala sesuatu tapi wafat di kayu salib; Ia bermartabat tetapi direndahkan bahkan dihujat. Inilah kebesaran Raja umat Kristiani. Kebesaran yang terselubung, kekuasaan dalam diam serta kemuliaan dalam kerendahan hati.

Mengimani Sang Raja Kristus yang demikian itu tidak hanya harus menjadi kebanggan setiap orang Kristen tetapi juga menjadi sebuah model dalam kehidupan. Meskipun bukan raja atau pemimpin dalam sebuah kelompok, bukankah sering kita berlaku seperti seorang raja dunia? Kita mencari kemuliaan dan kebesaran dengan cara menindas dan berlaku tidak adil kepada sesama?

Yesus sudah membuktikan bahwa kebesaran dan kemuliaan tidak melulu diukur dengan nama baik, popularitas dan kekuasaan. Kebesaran dan kemuliaan terletak dalam diam, pengorbanan diri dan kerendahan hati.

Mari kita datang dan sembah Dia dalam kemuliaan-Nya. Dialah Kristus Raja Semesta Alam !***

 

Oleh : Romo Joseph Purwo Tjahjanto SVD - Warta Paroki No. 47 Tahun IX

- Joseph Purwo Tjahjanto, SVD -