Paroki Roh Kudus

Paroki Roh Kudus

Renungan

Home / Renungan
Paroki Roh Kudus

Renungan Minggu Biasa XXIX

Renungan Hari Minggu Biasa XXIX / C

Kel 17:8-13 ; 2Tim 3:14-4:2 ; Luk 18:1-8

 

 

Dalam bacaan pertama, Musa sebagai pemimpin Israel yang dipilih Tuhan, menunjuk Yosua untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin pasukan. Yosua dan umat Israel melaksanakan dan taat terhadap apa yang dikatakan pemimpin mereka. Allah membangun kebersamaan antara Musa, Yosua, Harun, Hur dan umat Israel untuk kemuliaanNya. Rasul Paulus dalam bacaan kedua mengajak kita untuk beriman kepada Allah, mentaati firmanNya dalam Kitab Suci dan berani untuk menjadi pewarta firmanNya. Selain itu, Injil juga mengajarkan kita untuk terus berdoa kepadaNya dengan tidak jemu-jemu.

Dalam hidup seringkali kita merasa bosan karena begitu banyak persoalan yang tidak kunjung selesai. Seakan Tuhan tidak pernah mengabulkan doa dan lepas tangan terhadap apa yang kita alami. Kisah janda dalam Injil ini menginspirasi kita untuk tidak putus asa dan tetap berharap pada Tuhan. Janda miskin ini terus mengetuk dan mohon belas kasihan kepada hakim yang pada akhirnya dia memperoleh apa yang diharapkannya. Walaupun dengan alasan negatif, hakim yang tidak takut akan Allah, tidak menghormati seorangpun dan keras hati, ternyata bisa luluh hati dan mampu berbuat baik. Apalagi Allah yang Maha Kasih, tentu tidak akan membiarkan kita menghadapi persoalan sendiri. Allah akan menolong kita jika kita setiap saat mengetuk hati Allah, walaupun seringkali kita merasa bahwa Allah mengulur waktu untuk menolong kita.

Ada kalanya ketika kita berdoa dan doa kita belum segera dikabulkan, sesungguhnya saat itu Tuhan sedang menganugerahkan kesabaran kepada kita. Ketika Allah segera mengabulkan permohonan kita maka sesungguhnya Allah sedang menambahkan iman kepada kita. Namun ketika Allah seolah tidak mengabulkan permohonan kita, berarti Allah sedang mempersiapkan hal yang lebih baik untuk kita. Sehingga kita mesti yakin bahwa dalam situasi apapun Allah tetap hadir bersama kita. Semakin kita mengenal Allah maka kita akan semakin mengetahui kebaikan hati Allah. Kita dapat mengenal Allah melalui firmanNya.

Kadangkala kita sebagai orang Katolik merasa tidak punya waktu untuk membaca Kitab Suci. Bahkan kita saat ini mungkin semakin kurang berminat untuk membaca Kitab Suci. Daya tarik sosmed telah mengalahkan minat kita untuk membaca Kitab Suci. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuka sosmed tanpa mengenal waktu mulai pagi hingga malam. Mari kita renungkan, apakah kita juga sudah menyediakan sedikit waktu untuk membaca Kitab Suci? Paulus mengingatkan kita bahwa dengan membaca Kitab Suci maka langkah hidup kita diarahkan kepada jalan kebenaran. Kita juga diingatkan tentang kasih, kebaikan, kemurahan dan kepedulian Tuhan pada kita. Dengan demikian maka iman kita pada Allah akan terus dipupuk dan tumbuh. Dengan membaca Kitab Suci, kita juga dapat melihat teladan ketaatan dari para umat pilihan Allah.

Allah telah memberikan kepada kita para pemimpin, baik itu pemimpin gereja maupun pemimpin negara atau pemerintahan. Seperti yang digambarkan dalam bacaan pertama yaitu ketaatan dan kebersamaan umat Israel, Harun dan Hur, Yosua, dan Musa, kitapun sebagai umat dan warga masyarakat hendaknya taat kepada para pemimpin kita dalam semangat kebersamaan. Hendaknya kita menempati posisi masing-masing dengan penuh ketaatan dan tanggung jawab. Kita memiliki peran yang berbeda-beda dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Namun semua peran, baik itu sebagai pemimpin maupun sebagai umat atau rakyat, hendaknya dilaksanakan semata-mata demi kemuliaan Allah. Semangat kebersamaan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan, seperti yang digambarkan dalam bacaan pertama, bahwa Musa sebagai pilihan Allah tidak mungkin mampu mengalahkan orang Amalek tanpa bantuan Yosua, Harun dan Hur dan rakyat Israel.

Kita sebagai umat dan warga negara diajak untuk hidup rukun dan terus bersatu dalam kebersamaan serta tidak henti-hentinya mendoakan para pemimpin gereja dan pemimpin pemerintahan agar dapat bertindak dengan bijaksana. Kiranya Roh Kudus selalu menuntun dan melindungi kita serta para pemimpin gereja dan pemimpin pemerintahan yang telah Tuhan percayakan untuk memimpin umatNya di dunia ini.

- Korinus Budaya, SVD -