Paroki Roh Kudus

Paroki Roh Kudus

Renungan

Home / Renungan
Paroki Roh Kudus

Bertekun Dan Setia Dalam Menghadapi Tantangan

Renungan Hari Minggu Biasa XIV / C

Yes.66:10-14c ; Gal. 6:14-18 ; Luk. 10:1-9

 

Hari ini adalah hari minggu biasa ke empat belas. Bacaan pertama mengisahkan suatu sukacita dan kegembiraan yang begitu besar yang akan dialami oleh sisa-sisa Israel. Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada orang yang mencintaiNya. Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menegaskan bahwa dia berbangga bukan atas kehebatannya melainkan karena Kristus. Sementara itu dalam bacaan Injil, Yesus mengutus tujuh pulh murid. Tugas para murid tersebut adalah menyembuhkan orang sakit dan mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Menjadi seorang pengikut Kristus tidak mudah. Ada begitu banyak tantangan dan cobaan yang kita alami. Tantangan itu bisa berasal dari diri sendiri atau juga bisa berasal dari orang lain. Kita sering tidak berani menghadapi tantangan dan cobaan dalam hidup. Kita lebih mudah mengambil “jalan pintas yang dianggap pantas” asal bisa lepas dari tantangan tersebut. Kita hanya mengandalkan kekuatan kita. Akibatnya, kita jatuh pada keputusasaan jika mengalami kegagalan; atau jatuh pada kesombongan jika apa yang kita lakukan berhasil.

Nabi Yesaya menggambarkan sukacita sisa-sisa Israel yang setia kepada Tuhan ketika mengalami pembuangan di Babel. Tuhan menjanjikan keselamatan setelah hukuman yang mereka alami. Kesetiaan kepada Yesus menjadi syarat utama menjadi seorang pengikut Kristus. Tantangan dan cobaan dalam hidup sehari-hari akan mampu kita hadapi jika kita megikutsertakan Yesus di dalamnya. Ketika kita berserah diri kepada Yesus dan mengandalkan kekuatanNya, kita akan mampu berseru seperti Rasul Paulus” aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan Kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia”. Bagi semua orang yang menjadi milik Allah akan berlimpah damai sejahtera.

Ketujuh puluh murid yang diutus oleh Yesus juga menghadapi tantangan dalam karya pewartaan mereka. Yesus dengan tegas mengatakan kepada mereka “Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah serigala.” Artinya, para murid akan mengalami banyak tantangan dalam karya misi mereka. Terhadap hal ini, para murid harus mengandalkan Tuhan dalam karya mereka. Para murid dalam karya misi mereka mengandalkan Tuhan Yesus. Sehingga setelah misi mereka selesai, dengan gembira mereka memberi laporan kepada Yesus. “Tuhan Yesus, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu”.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah kita juga mengandalkan Tuhan ketika kita menghadapi banyak tantangan? Ataukah kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri? Apakah kita melibatkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup kita?

Semoga dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa bertekun dan setia dalam menghadapi tantangan. Semoga kita senantiasa mengandalkan Tuhan dalam menjalani hidup dan karya kita. Kita tidak sendirian. Yesus yang kita imani adalah Imanuel, Allah yang akan selalu menyertai kita. Amin .

- Diakon Sandro Simanjorang, SVD -