Paroki Roh Kudus

Paroki Roh Kudus

Renungan

Home / Renungan
Paroki Roh Kudus

Mendengarkan Suara Roh

Renungan Hari Minggu Paskah VI / C

Kis 15:1-2,22-29 ; Why 21:10-14,22-23 ; Yoh 14:23-29

 

Bapak Rodrikus bekerja sebagai pimpinan pada sebuah perusahaan asing di sebuah kota besar. Istrinya pegawai negeri sipil. Keluarga ini dikaruniai tiga anak. Hidup ekonomi mapan. Berkecukupan. Keluarga ini dikenal suka menolong dan peka dengan kebutuhan tetangga dan masyarakat sekitar. Pada suatu hari kerja, Bapak Rodrikus gelisah di dalam kantornya. Setumpuk dokumen yang hendak dibaca, tidak dipedulikan. Semangat kerja menghilang. Suara batinnya mengajak untuk pulang ke rumah. Tapi kedisiplinan sebagai pimpinan kantor mengharuskan dia untuk setia dengan pekerjaan. Tapi desakan suara hati mendorongnya meninggalkan kantor. Saat memasuki lorong rumah, ia mendengar suara rintihan dari rumah tetangga. Bapak Rodrikus melangkah mendekati rumah itu dan menekan bel. Tidak ada yang membuka pintu. Ia melangkah masuk karena pintu rumah terbuka. Ternyata, ibu Monika sedang terbaring lemas di lantai sambil memegang perutnya. Tanpa pikir panjang, Bapak Rodrikus membopong ibu itu memasukkan ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit. Hari itu, ibu Monika melahirkan anaknya yang ketiga di rumah sakit. Suaminya sedang bertugas ke luar negeri.

Semua itu berkat pertolongan Bapak Rodrikus yang digerakkan oleh suara hati……

Bacaan-bacaan suci pada minggu paska ke-6 hari ini berbicara perihal peran Roh Kudus dalam hidup. Para Rasul menjadi sangat berani setelah kebangkitan karena dihembusi Roh Kudus oleh Yesus saat menampakkan diri. Roh itulah yang membuat Petrus dan para murid lain begitu berani mewartakan kebangkitan Kristus kepada segala bangsa. Padahal kita ingat saat Yesus di hadapan Pilatus, Petrus begitu tidak berdaya di hadapan seorang perempuan penjaga istana. Bahkan pasca kebangkitan. Para rasul hidup dalam tekanan ketakutan dengan pintu-pintu selalu terkunci. Roh Kudus itu menjiwai para rasul dan tua-tua yang mengambil keputusan penting memilih dan mengutus Yudas dan Silas menyertai Paulus dan Barnabas ke Anthiokia untuk penyebarluasan Injil. Roh Kudus adalah kekuatan batin yang menggerakkan siapa pun untuk berbuat baik.

Yesus dalam Injil mewariskan Roh Kudus yaitu “penghibur yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Roh itu berdiam di dalam nurani kita. Gereja mengajarkan bahwa hati nurani menggerakkan dan mendorong kita untuk berbuat baik dan hidup sebagai manusia yang benar di tengah dunia. Suara itu kadang menyiksa kita ketika kita dikuasai oleh keinginan-keinginan buruk dan jahat. Suara itu akan mengingatkan kita akan kata dan ajaran Yesus sebagaimana yang Yesus sampaikan dalam Injil. Suara itu mendorong kita untuk lebih berani hidup sederhana tapi, tulus jujur dan benar. Orang yang hidup tulus dan jujur mengalami kegembiraan dan sukacita tanpa beban pikiran.

Bapak Rodrikus dalam kisah tadi (di atas) berani melawan aturan kedisiplinan kantor untuk menyelamatkan hidup sesamanya. Inti hidup kekatolikan kita adalah mengasihi dan menolong sesama seperti yang diteladankan oleh Yesus. Yesus berani melawan kekuasaan politik dan agama untuk menyelamatkan seluruh dunia. Pengorbanan kita, betapa pun kecil dan sederhana bermakna bagi kehidupan. Ia akan meninggalkan jejak yang tidak hilang dalam hidup dan hati sesama. A m i n.

- Dominikus Beda Udjan, SVD -